Surat untuk ‘Maba’ Krim 2017

Banner Tua

Dear ‘Maba’ Krim UI 2017

Salam sejahtera untuk kita semua,

Selamat pagi teman-teman sekalian (atau siang, sore, malam, tergantung dari kapan kalian membaca tulisan ini). Hari ini, 25 Juli 2017 merupakan welcoming maba gelombang terakhir yang menandakan telah lengkapnya mahasiswa baru di Universitas Indonesia angkatan 2017, khususnya di Departemen Kriminologi. Jadi izinkan kami untuk mengucapkan:

Selamat datang Mahasiswa Baru Departemen Kriminologi Universitas Indonesia 2017. Selamat mengenal kriminologi dengan lebih baik, karena apa yang anda pikirkan tentang kriminologi belum tentu sama dengan kenyataannya.

Kami tidak akan memberi banyak informasi untuk memulai perkuliahan kalian di Kriminologi, menjelajah lingkungan baru dan tahu segala hal dengan sendirinya jauh lebih menyenangkan. Namun kami akan mengutip beberapa kalimat dari film Spider-Man: Homecoming sebagai saran untuk memulai perkuliahan kalian 😀

 

I know school sucks. I know you want to save the world. But… you’re not ready yet. – Tony Stark

Ya, sama halnya dengan sekolah, kuliah juga terkadang akan sangat membosankan. Lupakan gambaran perkuliahan yang biasa disajikan di layar kaca, kehidupan perkuliahan kalian pasti akan diisi dengan banyaknya tugas dan penelitian. Kalian akan merasa lelah, bosan, dan jenuh terutama ketika kalian sudah melakukan penelitian sosial berkali-kali, tapi ketahuilah satu-satunya senjata yang paling ampuh untuk mengubah dunia adalah pendidikan. Jadi, nikmatilah masa-masamu menjadi mahasiswa Kriminologi karena ada ratusan ribu teman lainnya yang tidak mampu mengenyam pendidikan tinggi 🙂

You need to stop carrying the weight of the world on your shoulders. – May Parker

Saat perkuliahan dimulai, akan ada masanya dimana kamu memiliki banyak masalah. Entah itu masalah akademis, masalah finansial, masalah individu, ataupun masalah keluarga. Beberapa dari kalian mungkin merupakan anak tunggal, membiayai kuliah dengan uang sendiri, atau menjadi penopang di keluarga, tapi setiap kali kalian sudah mulai merasa berbeban berat, ingatlah bahwa kalian tidak perlu membawa semua masalah kalian sendirian. Beribadah bisa jadi pilihan utama untuk menjernihkan pikiran. Ingin konseling? Jangan malu, masalah kesehatan mental adalah masalah yang serius, kamu tidak perlu malu untuk konseling jika kamu merasa depresi dan memiliki permasalahan yang berat. UI memiliki Badan Konseling Mahasiswa (BKM UI), kamu bisa cari informasi tentang fasilitas ini disini

“This is my chance to proof myself” – Peter Parker

Dan akhirnya, ini adalah waktu kalian untuk membuktikan bahwa diri kalian memang layak untuk masuk Universitas Indonesia. Tunjukkan bahwa kalian pantas untuk mengenyam pendidikan di kampus ini, beri kontribusi terbaik kalian selama berkuliah disini. Buat orang tua kalian bangga, dan juga buat diri kalian berguna, karena pendidikan berarti pengabdian bagi masyarakat.

That’s it from us. Enjoy your new day as ‘Maba’.  

 

Salam Hangat,

NYSR Foundation

 

PS: Kalian bisa lihat konten menarik lainnya dari kami untuk sedikit mengenal tentang kriminologi. Ada cerita tentang masa ‘maba’ di tahun 2011 , ada stand up comedy ala kriminologi di Kanal YouTube kami yang dibawakan oleh seorang alumni Kriminologi dan ada Beasiswa untuk kalian :D.

____________

All GIF Pictures in this article are belong to Giphy

Advertisements

‘MABA’

316547_209509232449455_1861538921_n

Tulisan ini didedikasikan untuk seluruh mahasiswa Kriminologi angkatan 2011; yang sudah keluar dari kriminologi lalu memilih  jurusan lain, yang memilih berhenti berkuliah, yang sudah lulus, yang masih berjuang untuk lulus, dan yang sudah tersenyum di surga sana. – Karna apa jadinya kriminologi 2011 tanpa kalian semua 🙂 

28 Agustus 2017 nanti akan menjadi hari pertama kuliah bagi ribuan mahasiswa baru Universitas Indonesia, termasuk mahasiswa baru Kriminologi 2017. Sebagai mahasiswa baru (yang lebih dikenal dengan sebutan ‘maba’), kalian pasti akan menjalani banyak sekali kegiatan baik akademis maupun non-akademis, rangkaian kegiatan ‘maba’ dari yang penting hingga mungkin saja tidak cukup penting. Rangkaian ini pasti akan membuat kalian lelah, jenuh, dan mungkin bosan. Namun, apapun yang terjadi, nikmatilah, karena akan ada masanya kalian mengenang cerita tersebut.

Bagi kami, masa-masa menjadi ‘maba’ merupakan masa yang seru untuk dikenang. 6 tahun lalu, Android belum terlalu populer, tidak ada grup Line, Telegram, dan Instagram masih menjadi sesuatu yang asing bagi kami. Lantas bagaimana kita dapat berkomunikasi satu sama lain? Jawabannya, Facebook. Ya, Facebook. Dan ini adalah cerita bagaimana kami menghabiskan hari-hari kami saat menjadi ‘maba’ yang terlihat dari dalam grup ‘Facebook’ tersebut.

6 tahun lalu, tepatnya 31 Juli 2011, grup Facebook Kriminologi UI 2011 dibuat oleh salah satu teman kami sebagai wadah menyatukan sesama kami, mahasiswa baru untuk dapat berkomunikasi, dan cerita kami pun dimulai….

Awal

Setelah itu satu persatu dari kami mulai saling menemukan dan saling mengundang satu sama lain yang kami ketahui merupakan sesama mahasiswa baru kriminologi 2011. Karena grup ini merupakan satu-satunya wadah kami bertanya, maka semua kebingungan kami, kami utarakan disini, dari IRS hingga kamaba (kegiatan mahasiswa baru) *klik gambar

Mencari 118 mahasiswa baru Kriminologi UI 2011 memang tidak mudah, bahkan beberapa kali kami ‘kecolongan’ dengan masuknya pengguna Facebook yang bukan mahasiswa kriminologi ke dalam grup ini. Menentukan yang benar-benar mahasiswa kriminologi 2011 atau bukan cukup sulit saat itu karena tidak sedikit yang masih menggunakan nama lain untuk akun Facebook-nya saat itu (sering disebut sebagai alay. Mohon yang nama facebooknya dulu seperti itu, jangan terpelatuk ya :D).

5

Pertemuan pertama kami dimulai pada tanggal 5 Agustus 2011, dan lagi-lagi, komunikasi dilakukan melalui grup Facebook ini. Di pertemuan pertama lebih banyak saling berdiam diri, beberapa orang berinisiatif untuk mencairkan suasana namun karena pertama kali bertemu secara langsung tidak banyak percakapan terjadi di hari pertama tersebut.

4.png

 

Setelahnya, kami mulai mencoba mengenal satu sama lain, dan kegiatan ‘maba‘ kami pun dimulai. Lagi-lagi grup ini selalu berhasil menjadi wadah kami bertukar cerita, mulai dari berbagi informasi dalam pembuatan buku angkatan, informasi acara, memberikan kesan saat selesai acara, berselisih paham, masa-masa mencekam, hingga gombal-gombalan (entah apa alasannya, namun enam tahun lalu hal ini cukup hits  di kalangan kami :” ) *klik gambar

Lalu ada masa dimana beberapa senior dan juga akun resmi dari kakak-kakak FISIP diwajibkan masuk ke dalam grup untuk memberi informasi-informasi terkait kegiatan mahasiswa baru. Yang terjadi berikutnya? Ya, setiap akun-akun tersebut memberikan informasi tertentu dalam grup, ‘mental maba’ kami keluar, kami hanya bisa diam, melihat, dan tidak memberi komentar apapun (faktanya setiap postingan dari akun atas nama ‘PPA IKM FISIP UI’ hanya di read oleh anggota di dalam grup karena terlalu takut salah jika menanggapi sesuatu entah dengan bercanda ataupun dengan serius). Namun semua informasi yang ada tentunya sangat berarti di saat itu. Terima kasih kakak-kakak sekalian! *klik gambar

Selama menjadi ‘maba’ kami juga mengikuti dua kegiatan perlombaan antar ‘maba’ di FISIP UI, RFC (Rookie FISIP Championship, sekarang bernama OLIMFIS Junior) dan GELAS MABA (Gelar Apresiasi Seni Mahasiswa Baru). Pada ajang perlombaan pertama, RFC, kami hanya menjadi juara umum ketiga. Padahal, kami sangat optimis menjadi juara umum mengingat banyaknya ‘maba’ kriminologi yang menaruh minat pada berbagai pertandingan olahraga. Namun, dari kekalahan ini kami belajar untuk tidak mudah jumawa, dan lebih mengandalkan kerjasama angkatan *klik gambar

Pelajaran untuk lebih bekerjasama, mengandalkan kekuatan bersama, dan menyatukan angkatan tentunya tidak berjalan dengan mulus-mulus saja dimana terkadang banyak sekali perselisihan yang juga (lagi-lagi) kami bahas bersama di Facebook ini. Tidak jarang perdebatan menghasilkan tulisan-tulisan yang cukup panjang untuk dibaca namun juga direnungkan :”

33

Namun perjuangan tersebut berbuah hasil. Hasilnya di perlombaan kedua, GELAS MABA, kami berhasil menjadi juara umum ke-2,. GELAS MABA diadakan pada tanggal 14 Desember 2011. Walau kami belum menjadi juara umum pertama, namun setidaknya untuk pertama kalinya kriminologi menjadi juara dalam ajang perlombaan GELAS MABA. Tidak hanya itu, kami juga berhasil mengalahkan juara umum tahun 2010, Komunikasi, yang saat itu hanya menjadi juara umum ke-3.

14 December 2011 was surely the best night ever in our life as ‘maba’. Here’s a video of our Gelas Maba Campaign, hope you enjoy it. Credit to Hesa Muhammad. 

375536_2957885709854_42973781_n

Memasuki akhir desember tersebut, tidak terasa satu semester pertama kami sebagai ‘maba’ hampir berakhir. Masa ‘maba’ kami ditutup dengan sebuah acara lomba masak nasi goreng antar kriminologi yang tentunya berbeda dengan lomba masak lainnya. Sayangnya angkatan kami kalah saat itu karena nasi goreng buatan kami memang tidak terlalu enak rasanya :”

Kehidupan berlanjut, masing-masing dari kami mulai memilih jalannya masing-masing, ada yang mengikuti kegiatan kemahasiswaan di tingkat universitas, ada yang memilih mengikuti kegiatan kemahasiswaan di tingkat fakultas, maupun tingkat departemen. Tahun baru kami dimulai dengan kabar duka dimana salah satu dari teman kami telah terlebih dahulu menyelesaikan studinya dan berpulang ke sisi Tuhan Yang Maha Esa. Duka mendalam bagi kami yang sudah terbiasa menggunakan kaos hitam di saat itu…

Sekarang, 6 tahun sudah berlalu beberapa dari kami sudah lulus, beberapa akan wisuda di Balairung Agustus ini (selamat ya teman-teman :D), beberapa masih berjuang menambah gelar sarjana di belakang namanya (semangat teman-teman), beberapa sudah meniti karir, beberapa sudah menyelesaikan studinya di program studi baru yang mereka ambil, beberapa sudah menikah dan menjalani rumah tangga dengan baik, dan ada juga yang kembali berpulang ke sisi Tuhan Yang Maha Esa pada akhir Desember 2016 lalu.

Apapun yang terjadi, 6 bulan menjadi ‘maba’ merupakan masa yang cukup indah untuk dikenang (setelah ini mungkin kami akan membuka ulang grup Facebook kami, untuk sekedar bernostalgia lebih lanjut karena masih banyak momen yang tidak ditampilkan disini). Jadi, untuk semua mahasiswa baru UI 2017, terutama mahasiswa Kriminologi UI 2017, nikmatilah setiap detik menjalani kehidupan baru dengan status baru sebagai ‘maba’, karena ada saatnya masa-masa itu akan kamu kenang sebagai masa yang menyenangkan 🙂

Untuk seluruh mahasiswa Kriminologi 2011, terima kasih untuk kenangannya selama menjadi ‘maba’, sekali lagi terima kasih. Karena apa jadinya Kriminologi 2011 tanpa kalian? 🙂

photo6307735790523885519

PS: Untuk mahasiswa baru Kriminologi 2017 yang membaca tulisan ini, kami punya kejutan di hari sabtu nanti dan juga di hari selasa saat Welcoming Maba terakhir. Mohon bersabar ya 🙂

 

Kenalan Lewat Beasiswa

Ketika banyak kedai kopi dibuat dengan desain yang ramai, Kopi Kalyan memilih sebaliknya. Dinding-dinding diwarnai sebatas putih atau dibiarkan menganga hingga tampak permukaan batu bata. Perabotan seperti kursi, meja, dan sofa, menempati sudut-sudut bangunan secara pas dan terukur sehingga pengunjung lancar berlalu-lalang. Pintu masuknya adalah lempengan kayu cokelat kehitaman yang di kanan-kirinya berdiri beberapa lempeng kaca. Dengan demikian, orang-orang yang khusuk minum kopi atau asyik mengudap makanan tetap terhubung dengan dunia luar, dunia yang kebetulan, pada hari Minggu, 20 November 2016, dijatuhi hujan.

nysrfoundation-1_9635
KopiKalyan – Jl. Cikajang No. 61 Petogogan – Jakarta Selatan

Di Aceh atau Pontianak, mengunjungi kedai kopi biasa dijadikan sebagai ajang perkenalan. Perangkat elektronik dijauhkan, kursi-kursi didekatkan. Orang-orang yang sebelumnya tidak mengenal berdiskusi tentang cuaca, tata kota, dan politik. Acara yang diadakan di Kopi Kalyan, Jakarta Selatan, mencoba meniru konsep itu, tapi materi obrolannya lebih khusus: tentang kriminologi.

“Kriminologi itu identik dengan pakaian hitam. Masa bimbingan kita kan sekelompok, satu rombongan besar jalan ke (taman) teletabis untuk masa bimbingan. Sampai ada yang nanya ke saya, “Bang, nonton konser metal di mana?” Item semua gitu kan.” seru Taufik Akbar, mahasiswa kriminologi angkatan 2011 yang saat itu sedang menghibur pengunjung dengan sebuah pertunjukkan stand up comedy. “Itu masih mending, ada lagi yang lebih parah: “Misi, Bang, ini yang meninggal sebelah mana?””

109652
Taufik Akbar – Kriminologi 2011 (Bassist, Komika)

Bagi sebagian mahasiswa atau alumni yang datang pada hari itu, materi stand-up ini mungkin tidak asing. Tapi hal ini berbeda untuk untuk Alfa Nurul Atika, Leonie Paula, dan Mawar Safhira Nadhila sebab ini mungkin pertama kalinya mereka mendengar jurusan mereka jadi bahan lelucon yang terkadang menimbulkan tawa terpaksa oleh teman-teman Taufik yang berjiwa korsa.

Tiga perempuan ini adalah penerima beasiswa NYSR Foundation. Nama mereka telah disaring dari sejumlah nama mahasiswa baru kriminologi lainnya sejak Agustus 2016. Proses yang mengumpulkan sebanyak 28 kandidat penerima beasiswa, menghabiska waktu selama empat bulan proses seleksi hingga terpilihlah mereka bertiga. Ya, mereka datang hari itu untuk menerima secara simbolik bantuan beasiswa berupa uang Biaya Operasional Pendidikan (BOP) selama dua semester penuh.

nysrfoundation-1_5098
Alfa, Leonie, dan Mawar serta perwakilan NYSR Foundation

Tapi yang lebih penting lagi: mereka datang untuk berkenalan dengan mahasiswa dan alumni yang pernah berjuang untuk lulus jadi kriminolog. Mereka mendengar cerita yang beragam tentang kegiatan di jurusan kriminologi dan prospek masa depan lulusannya.

Pangesti Dimas dan Kahfi Dirga Cahya, Master of Ceremony pada hari itu, menjelaskan bagaimana kriminologi membantu mereka dalam pekerjaan, yakni untuk menganalisis calon partner bisnis atau untuk menulis berita. Cerita mereka berdua ataupun peserta lain di kegiatan hari itu tentu belum bisa mewakili semua cerita tentang kriminologi. Maka tidak mengherankan, para pengurus NYSR Foundation punya ambisi agar lebih banyak orang yang bergabung dalam gerakan ini, sehingga lebih banyak lagi orang yang terhubung dan saling berbagi cerita.

nysrfoundation-1_5983
Fariz Altyo P – Ketua NYSR Foundation

“N (dalam NYSR Foundation) melambangkan jumlah pemuda yang ingin berkontribusi terhadap dunia pendidikan bersama dengan NYSR Foundation,” jelas Fariz Altyo Pradana, Ketua NYSR Foundation. Dalam kata sambutannya itu pun, ia mengundang pemuda-pemudi lain untuk bergabung dan turut menabung dana komitmen.

Keinginan ini pun sama dirasakan oleh perwakilan orang tua penerima beasiswa. Mereka berharap, dan juga mendoakan, supaya ke depannya, program ini bisa memberikan beasiswa ke lebih banyak orang.

Pada jam 15.00, Kopi Kalyan sudah harus dibuka untuk umum lagi. Kebersamaan yang ditunjukkan lewat sajian prasmanan, berbagi cerita, penyerahan beasiswa, menyanyikan lagu bersama, harus dihentikan. Pertanyaan yang harus diajukan ketika orang-orang ini keluar adalah: seberapa langgeng perkenalan yang dibangun hari Minggu ini. Apakah hanya akan berlangsung sekejap saja?

nysrfoundation-1_6693
NYSR Foundation dan keluarga Batch I

Atau, jangan-jangan, akan terwujud apa yang sesuai dengan harapan Fariz Altyo: “Program ini bisa terus berlanjut sampai ke depannya, sampai waktu yang sangat lama.” Batch II menanti, tanggung jawab besar di depan. Ini bukan beban, ini tanggung jawab karena bukankah seharusnya tujuan pendidikan adalah memanusiakan manusia?

— Albert Wirya S*

_________________________________________________________________

*Albert Wirya adalah alumni Departemen Kriminologi Universitas Indonesia angkatan 2011. Sekarang, Albert Wirya bekerja dan mengabdi untuk memperjungkan hak asasi manusia dalam LBH Masyarakat. Albert juga rajin menulis karya seni yang diunggah di dalam PeluruKosong

Segera dimulai

Placeholder Image

 

MUG Cafe, February 2016. Siang hari itu percakapan kecil dari beberapa diantara kami terjadi. Kami membicarakan berbagai hal tentang hidup, perkuliahan, kehidupan pasca kuliah, dan pengabdian. Ya, tentang hal yang terakhir hal ini akan segera kami mulai. Bermodalkan nekat untuk berbagai berkat, kami memulai langkah kami.